KBB EKSPRES – Lailatul Qadr adalah malam yang sangat istimewa dalam bulan Ramadan. Dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Al-Qadr, dijelaskan bahwa malam ini memiliki keutamaan yang luar biasa karena amal ibadah yang dilakukan saat itu nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Malam tersebut juga dikenal sebagai malam ketika Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril.
Karena kemuliaannya, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan untuk mendapatkan keberkahan Lailatul Qadr.
Apakah Malam 27 Ramadan Benar Lailatul Qadr?
Banyak umat Muslim meyakini bahwa malam ke-27 Ramadan adalah Lailatul Qadr. Keyakinan ini muncul karena beberapa hadis menyebutkan bahwa kemungkinan besar Lailatul Qadr terjadi pada malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan.
Salah satu hadis yang sering dijadikan rujukan menyebutkan bahwa Lailatul Qadr dicari pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan.
Namun para ulama menegaskan bahwa tidak ada dalil yang memastikan secara pasti bahwa Lailatul Qadr selalu jatuh pada malam 27 Ramadan.
Artinya, malam ke-27 memang memiliki kemungkinan besar, tetapi bukan satu-satunya waktu terjadinya malam tersebut.
Mengapa Banyak Orang Menganggap Malam 27 Ramadan Sebagai Lailatul Qadr?
Ada beberapa alasan mengapa malam ke-27 Ramadan sering dianggap sebagai malam Lailatul Qadr:
- Pendapat sebagian sahabat Nabi
Beberapa sahabat Nabi Muhammad berpendapat bahwa Lailatul Qadr kemungkinan besar terjadi pada malam ke-27. - Tradisi umat Islam di berbagai negara
Di banyak negara Muslim, malam ke-27 sering diperingati dengan ibadah yang lebih meriah karena dianggap sebagai malam yang sangat istimewa. - Banyak pengalaman spiritual umat Muslim
Sebagian orang merasa merasakan tanda-tanda malam Lailatul Qadr pada malam tersebut, seperti suasana yang sangat tenang dan hati yang terasa damai.
Malam-Malam yang Berpotensi Menjadi Lailatul Qadr
Para ulama sepakat bahwa Lailatul Qadr terjadi pada 10 malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.
Beberapa malam yang paling sering disebut antara lain:
- 21 Ramadan
- 23 Ramadan
- 25 Ramadan
- 27 Ramadan
- 29 Ramadan
Karena itu, umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah di seluruh malam tersebut agar tidak melewatkan Lailatul Qadr.
Amalan yang Dianjurkan pada Malam Lailatul Qadr
Agar tidak kehilangan kesempatan mendapatkan pahala besar dari Lailatul Qadr, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, seperti:
- Salat malam (Qiyamul Lail)
Melaksanakan salat tahajud dan memperbanyak doa. - Membaca Al-Qur’an
Memperbanyak membaca Al-Qur’an dan memahami maknanya. - Berzikir dan berdoa
Salah satu doa yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad adalah:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.
- I’tikaf di masjid
Banyak umat Muslim melakukan i’tikaf untuk fokus beribadah pada 10 malam terakhir Ramadan.
Malam 27 Ramadan memang sering dianggap sebagai Lailatul Qadr, namun dalam ajaran Islam tidak ada kepastian bahwa malam tersebut selalu menjadi malam kemuliaan tersebut.
Karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada seluruh 10 malam terakhir bulan Ramadan, terutama malam-malam ganjil, agar tidak melewatkan malam yang lebih baik dari seribu bulan. (**)










