KBBEKSPRES – Pemerintah menyiapkan sejumlah strategi rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat mudik dan arus balik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan agar perjalanan masyarakat menuju kampung halaman dapat berlangsung lebih lancar, aman, serta mengurangi potensi kemacetan panjang di jalur utama.
Beberapa skema pengaturan lalu lintas yang akan diterapkan meliputi sistem satu arah (one way), contraflow, serta pembatasan kendaraan melalui aturan ganjil genap. Kebijakan tersebut difokuskan pada ruas tol strategis, khususnya Tol Trans Jawa yang menjadi jalur utama pemudik dari Jakarta menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.
Informasi mengenai rekayasa lalu lintas ini disampaikan melalui Kementerian Sekretariat Negara sebagai bagian dari persiapan menghadapi arus mudik nasional yang setiap tahunnya melibatkan jutaan kendaraan.
Jadwal One Way Mudik Lebaran 2026
Salah satu strategi utama yang disiapkan pemerintah adalah penerapan sistem one way atau jalur satu arah di sejumlah ruas tol. Melalui skema ini, seluruh lajur tol akan difungsikan untuk satu arah perjalanan sehingga arus kendaraan dapat bergerak lebih cepat dan terhindar dari kepadatan.
Pada periode mudik, sistem one way direncanakan berlaku mulai dari Tol Jakarta–Cikampek KM 70 hingga Tol Semarang–Solo KM 421.
Penerapan kebijakan ini dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 20 Maret 2026. Setiap harinya, sistem satu arah akan diberlakukan mulai pukul 12.00 WIB hingga tengah malam.
Dengan pengaturan tersebut, arus kendaraan dari Jakarta menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur diharapkan dapat mengalir lebih lancar selama puncak mudik Lebaran.
One Way untuk Arus Balik
Setelah perayaan Lebaran, pemerintah juga menyiapkan skema one way untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat arus balik menuju Jakarta.
Sistem ini akan diberlakukan dari arah timur menuju ibu kota pada 23 hingga 29 Maret 2026 dengan waktu penerapan mulai pukul 12.00 WIB hingga 00.00 WIB.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas saat jutaan pemudik kembali ke kota setelah masa libur Lebaran.
Contraflow di Tol Jakarta–Cikampek
Selain sistem satu arah, pemerintah juga akan menerapkan skema contraflow untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan di titik-titik rawan macet.
Contraflow memungkinkan kendaraan menggunakan sebagian lajur dari arah berlawanan secara terbatas sehingga kapasitas jalan dapat bertambah sementara waktu.
Pada arus mudik, contraflow akan diberlakukan di Tol Jakarta–Cikampek dari KM 47 hingga KM 70 pada 17 hingga 20 Maret 2026 mulai pukul 14.00 hingga 00.00 WIB.
Selanjutnya, rekayasa lalu lintas ini juga direncanakan berlangsung pada 21 Maret 2026 pukul 12.00 hingga 20.00 WIB serta 22 Maret 2026 pukul 09.00 hingga 18.00 WIB.
Contraflow Arus Balik
Untuk arus balik Lebaran, contraflow akan diterapkan di ruas yang sama namun dengan arah sebaliknya, yakni dari KM 70 menuju KM 47 di Tol Jakarta–Cikampek.
Pengaturan ini akan berlangsung pada 23 hingga 29 Maret 2026 mulai pukul 14.00 WIB hingga tengah malam.
Selain itu, contraflow juga disiapkan di Tol Jagorawi dari KM 21 hingga KM 8. Kebijakan ini dijadwalkan berlangsung pada 24 Maret dan 29 Maret 2026 pukul 14.00 hingga 19.00 WIB.
Meski demikian, penerapan contraflow bersifat situasional dan dapat berubah menyesuaikan kondisi lalu lintas di lapangan.
Penerapan Sistem Ganjil Genap
Sebagai langkah tambahan untuk mengendalikan jumlah kendaraan, pemerintah juga akan menerapkan kebijakan ganjil genap di beberapa ruas tol yang diprediksi mengalami lonjakan kendaraan.
Aturan ini akan berlaku di Tol Karawang Barat KM 47 hingga Tol Kalikangkung KM 414 pada 17 hingga 20 Maret 2026 pukul 14.00 hingga 00.00 WIB.
Selain itu, kebijakan serupa juga diterapkan di Tol Tangerang–Merak KM 31 hingga KM 98 pada periode waktu yang sama.
Sementara itu, untuk arus balik Lebaran, sistem ganjil genap mulai diberlakukan pada 29 Maret 2026 sejak pukul 00.00 WIB.
Melalui berbagai strategi rekayasa lalu lintas tersebut, pemerintah berharap perjalanan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih tertib dan aman, sekaligus meminimalkan kemacetan di jalur utama yang setiap tahun dipadati kendaraan pemudik***












