Studi Oxford Ungkap Manfaat Puasa bagi Metabolisme Tubuh

KBBEKSPRES – Puasa sering dimanfaatkan sebagai salah satu metode diet untuk mencapai berat badan ideal. Selain membantu mengontrol berat badan, praktik ini juga dipercaya mampu meningkatkan kesehatan metabolisme tubuh dan bahkan berpotensi memperpanjang usia.

Sebuah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Oxford Academic pada Minggu (8/3/2026) menyebutkan bahwa puasa (fasting) beserta berbagai variasinya telah menjadi topik penelitian yang cukup luas dalam dunia kesehatan.

Beberapa metode puasa yang banyak dikaji antara lain intermittent fasting (IF), time-restricted eating (TRE), serta alternate-day fasting (ADF). Ketiga pola ini dianggap memiliki potensi untuk memperbaiki fungsi metabolisme dan memberikan manfaat kesehatan jangka panjang.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa bukti ilmiah pada manusia masih terbatas. Sebagian besar penelitian yang tersedia saat ini masih bersifat jangka pendek sehingga diperlukan studi lanjutan untuk memahami dampak puasa dalam jangka panjang.

Dalam kajian tersebut dijelaskan beberapa pola puasa yang umum diteliti.

Intermittent Fasting (IF) merupakan pola makan yang mengatur periode makan dan puasa secara bergantian. Salah satu contoh yang sering diterapkan adalah puasa selang sehari.

Sementara itu, Time-Restricted Eating (TRE) adalah pola makan yang membatasi waktu konsumsi makanan dalam satu hari. Umumnya, makanan hanya dikonsumsi dalam rentang waktu sekitar 4 hingga 12 jam, dengan jendela makan sekitar 8 jam yang paling sering digunakan.

Adapun Alternate-Day Fasting (ADF) adalah pola makan yang mengatur pergantian antara hari makan normal dengan hari puasa atau pembatasan kalori.

Saat seseorang berpuasa, tubuh akan mengalami perubahan metabolisme. Ketika tidak ada asupan makanan yang masuk, tubuh akan memanfaatkan cadangan energi yang tersimpan dalam bentuk glikogen untuk memenuhi kebutuhan energi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *