KBB EKSPRES – Dunia kesehatan internasional tengah berada dalam status siaga setelah wabah mematikan Hantavirus terdeteksi di kapal pesiar ekspedisi MV Hondius. Hingga Kamis, 7 Mei 2026, otoritas kesehatan global masih memburu puluhan penumpang yang sempat turun dari kapal sebelum infeksi diumumkan secara resmi.
Wabah ini telah menyebabkan tiga korban jiwa, terdiri dari pasangan suami istri asal Belanda dan seorang warga Jerman. Dugaan sementara menyebut penyebaran virus bermula saat kapal singgah di wilayah Amerika Selatan.
Direktur Kesiapsiagaan dan Respons WHO, Dr. Abdirahman Mahamud, mengatakan pelacakan kontak menjadi langkah penting untuk mencegah wabah meluas.
“Kami terus memantau setiap individu yang memiliki kontak dengan pasien. Respons cepat menjadi kunci agar penyebaran tetap terkendali,” ujarnya.
Dugaan Penularan Bermula di Argentina
Penyelidikan kini difokuskan di Ushuaia, kota di selatan Argentina. Otoritas kesehatan menduga pasangan asal Belanda tersebut terpapar virus saat mengikuti aktivitas pengamatan burung sebelum menaiki kapal pesiar.
Virus yang ditemukan diketahui merupakan Andes Virus, salah satu varian Hantavirus paling berbahaya di Amerika Selatan. Berbeda dengan Hantavirus pada umumnya yang menyebar melalui paparan kotoran tikus, Andes Virus memiliki kemampuan langka untuk menular antarmanusia.
Hingga kini, sedikitnya lima orang di kapal telah dinyatakan positif terinfeksi. Masa inkubasi yang dapat berlangsung antara satu hingga delapan minggu membuat proses pelacakan menjadi lebih sulit.
Penumpang Menyebar ke Berbagai Negara
Situasi semakin rumit setelah sekitar 30 hingga 40 penumpang turun di Pulau St. Helena pada 24 April 2026, beberapa hari sebelum wabah diumumkan secara resmi pada 2 Mei.
Para penumpang tersebut dilaporkan melanjutkan perjalanan ke sejumlah negara, termasuk Singapura, Swiss, Prancis, hingga Afrika Selatan.
Pemerintah Singapura kini mengisolasi dua pria yang baru kembali dari perjalanan tersebut. Sementara itu, otoritas Afrika Selatan turut memantau penumpang penerbangan dari St. Helena menuju Johannesburg.
Kekhawatiran juga muncul di Belanda setelah seorang pramugari dilaporkan mengalami gejala serupa usai melayani penerbangan yang membawa penumpang terinfeksi.
Kondisi Terbaru Kapal MV Hondius
Saat ini MV Hondius masih berlayar menuju Kepulauan Canary, Spanyol, dengan lebih dari 140 penumpang dan awak kapal di dalamnya.
Meski belum ditemukan kasus baru, pengawasan kesehatan di atas kapal tetap diperketat. WHO menilai risiko penularan kepada masyarakat luas masih relatif rendah selama prosedur isolasi diterapkan dengan disiplin.
Namun, tingginya angka kematian akibat Hantavirus di Argentina tahun lalu yang mencapai 28 korban jiwa menjadi alarm serius bagi otoritas kesehatan dunia.***






