KBB EKSPRES – Menghadapi potensi lonjakan kasus campak, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mempersiapkan langkah preventif mulai dari fasilitas perawatan khusus hingga imunisasi.
Di sepanjang tahun 2026, Plekasana Tugas (Plt) Kepala Dinkes KBB, Lia Nurliana Sukandar jika pihaknya sudah mencatat sebanyak 14 kasus campak yang kini telah dinyatakan sembuh.
“Total ada 14 kasus positif berdasarkan dua tahap pengujian sampel di Biofarma. Saat ini semuanya sudah sembuh,” kata Lia Nurliana Sukandar seperti dikuti dari Jabar Ekspres.
Ia menjelaskan jika penyakit campak ini diakibatkan oleh virus serta bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal usia. Oleh karena itu, upaya pencegahan utamanya adalah dengan melakukan imunisasi kepada anak berusia 9 dan 18 bulan.
“Karena disebabkan virus, campak bisa sembuh dengan daya tahan tubuh yang baik. Asupan gizi seimbang dan pemberian vitamin A juga membantu proses pemulihan sekaligus pencegahan,” ungkapnya.
Selain itu, Dinkes KBB pun sudah mempersiapkan fasilitas layanan kesehatan untuk mengantisipasi peningkatkan kasus. Yakni dengan menyediakan ruang isolasi khusus yang diperuntukkan bagi pasien campak.
Lia pun memastiakn bahwa ketersediaan obat-obatan, vaksi serta tenaga kesehatan sudah aman, guna mengantisipasi serta mendukung penanganan kasus penyakit campak yang terjadi di wilayahnya.
Ia mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta melengkapi imunisasi anak.
“Pasien campak harus dirawat terpisah untuk mencegah penularan. Saat ini kami telah menyiapkan total 57 tempat tidur isolasi,” ujar Lia.
“Jika muncul gejala seperti demam, ruam kulit, dan mata merah, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat agar tidak berkembang menjadi lebih parah,” tutupnya. (*)












