KBB EKSPRES – Kehadiran MacBook Neo langsung mencuri perhatian karena dibanderol jauh lebih murah dibanding lini MacBook lainnya. Laptop terbaru dari Apple ini bahkan disebut sebagai MacBook paling terjangkau yang pernah dirilis.
Dengan harga yang lebih ramah di kantong, MacBook Neo diposisikan untuk menantang laptop Windows entry-level hingga Chromebook yang selama ini mendominasi pasar pelajar dan pengguna kasual. Meski lebih murah, perangkat ini tetap membawa sejumlah keunggulan khas Apple.
Desain Premium Khas MacBook
MacBook Neo tetap mengusung desain elegan dengan bodi aluminium yang kokoh dan ringan. Material ini membuatnya terasa premium, berbeda dengan banyak laptop murah lain yang umumnya menggunakan plastik.
Dengan bobot sekitar 1,23 kg dan ketebalan 0,5 inci, laptop ini masih nyaman dibawa bepergian. Desainnya minimalis dengan sudut melengkung halus, serta hadir dalam pilihan warna menarik seperti Silver, Blush (pink), Indigo (biru), dan Citrus (kuning).
Namun, untuk menekan harga, ada beberapa kompromi. Keyboard belum dilengkapi backlit, dan trackpad masih menggunakan klik mekanis, bukan teknologi haptic seperti pada MacBook kelas atas.
Layar Tajam dan Cerah
MacBook Neo dibekali layar Liquid Retina 13 inci dengan resolusi 2408 × 1506 piksel. Panel IPS LED-backlit ini menghasilkan tampilan tajam dengan kepadatan 219 ppi.
Tingkat kecerahan mencapai 500 nits, sehingga tetap nyaman digunakan di berbagai kondisi pencahayaan. Layar ini juga mampu menampilkan hingga 1 miliar warna.
Meski begitu, fitur seperti P3 wide color dan True Tone tidak tersedia. Namun, secara keseluruhan kualitas layar tetap unggul di kelas harga entry-level.
Kamera dan Audio Lebih Baik dari Laptop Murah
Laptop ini sudah dilengkapi kamera FaceTime HD 1080p yang cocok untuk meeting online atau kelas daring. Kualitasnya lebih baik dibanding kamera 720p yang masih umum di laptop murah.
Dukungan mikrofon ganda dengan teknologi beamforming membuat suara lebih jernih saat video call. Sementara itu, speaker stereo dengan dukungan Spatial Audio dan Dolby Atmos memberikan pengalaman audio yang lebih imersif.
Performa dengan Chip Apple A18 Pro
MacBook Neo ditenagai chip Apple A18 Pro, yang sebelumnya digunakan pada iPhone flagship. Chip ini memiliki CPU 6-core, GPU 5-core, serta Neural Engine 16-core untuk mendukung fitur AI.
Untuk penggunaan sehari-hari seperti browsing, mengetik, presentasi, hingga editing ringan, performanya tergolong lancar. Aplikasi populer seperti Safari, Canva, dan Microsoft Excel juga berjalan dengan baik di macOS.
Apple mengklaim performanya hingga 50% lebih cepat dibanding laptop dengan Intel Core Ultra 5 untuk tugas harian, serta lebih unggul dalam pemrosesan AI.
Namun, karena bukan chip seri M, performa multitasking berat masih terbatas. RAM 8 GB juga tidak bisa di-upgrade, sehingga lebih cocok untuk penggunaan ringan hingga menengah.
Baterai Tahan Lama dan Konektivitas Lengkap
Berkat efisiensi Apple Silicon, MacBook Neo mampu bertahan hingga 16 jam untuk pemutaran video dan sekitar 11 jam untuk browsing.
Laptop ini dibekali baterai 36,5 Wh dan menggunakan pengisian USB-C 20W. Tersedia dua port USB-C, jack audio 3,5 mm, serta konektivitas Wi-Fi 6E dan Bluetooth 6.
Harga MacBook Neo
Apple memasarkan MacBook Neo mulai dari $599 (sekitar Rp9,5 juta) untuk varian 256 GB tanpa Touch ID.
Sementara itu, versi lebih tinggi dengan Touch ID dan penyimpanan 512 GB dibanderol $699 (sekitar Rp11 jutaan). Untuk pelajar, tersedia harga khusus mulai $499.
Meski begitu, harga di Indonesia kemungkinan akan lebih tinggi karena pajak dan distribusi. Laptop ini dijadwalkan mulai dijual global pada Maret 2026 dan akan segera hadir resmi di Tanah Air.
Kesimpulan
Yang jelas MacBook Neo menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang ingin merasakan ekosistem macOS dengan harga lebih terjangkau. Meski ada beberapa fitur yang disederhanakan, laptop ini tetap menawarkan desain premium, layar berkualitas, performa cukup, dan baterai tahan lama.
Perangkat ini sangat cocok untuk pelajar, mahasiswa, hingga pengguna kasual yang membutuhkan laptop ringan untuk produktivitas sehari-hari.***





